Nama : Audy Maulia Ferdian
NPM : 20220263
Kelas : 2EB05
Mata Kuliah : Ekonomi Koperasi
ABSTRACT
Tujuan : Penulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan perbandingan antara Koperasi Internasional Credit Agricole Group dengan Koperasi di Indonesia yaitu Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera. Perbandingan ini dilihat berdasarkan Sejarah terbentuknya koperasi, struktur organisasi dari masing-masing koperasi, produk serta jasa yang ditawarkan oleh Koperasi Credit Agricole Group dan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera hingga visi dan misi yang dibentuk serta di anut oleh masing-masing koperasi dengan tujuan untuk mengembangkan usaha nya masing-masing.
Teknik : Teknik yang dilakukan untuk analisis ini adalah Teknik analisis konten.
Sumber Data : Tinjauan literatur yang digunakan dalam penulisan ini berasal dari website resmi Koperasi Credit Agricole Group dan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera, serta website lainnya mengenai Koperasi Internasional yang dapat diakses melalui internet.
Metodologi Penelitian : Penulisan ini dilakukan dengan mencari informasi mengenai Sejarah Koperasi Internasional, dan Organisasi Koperasi Internasional. Serta mencari informasi mengenai Koperasi Credit Agricole Group dari mulai sejarah koperasi, struktur organisasi yang dipakai oleh Koperasi Credit Agricole Group, produk dan jasa yang ditawarkan hingga visi dan misi yang dianut, lalu membandingkannya dengan informasi yang didapatkan tentang Sejarah Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera, struktur organisasi, Produk dan Jasa yang ditawarkan oleh Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera hingga visi dan misi yang dianut.
Hasil : Hasil yang didapatkan dari penulisan ini adalah Sejarah Koperasi Internasional dan Organisasi Koperasi Internasional yaitu Aliansi Koperasi Internasional. Lalu perbandingan dari Sejarah Koperasi Credit Agricole Group dan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera, Struktur Organisasi Koperasi Credit Agricole Group dan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera, Produk dan Jasa yang ditawarkan oleh Koperasi Credit Agricole Group dan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera, serta visi dan misi yang dianut oleh kedua koperasi tersebut.
Kesimpulan : Kesimpulan yang dapat ditarik dari penulisan ini adalah Koperasi Internasional sudah terbentuk sejak pertengahan abad ke 18 dan 19 di Inggris. Koperasi Internasional memiliki perkembangan yang cukup banyak dalam mengembangkan maksud dan tujuan dibentuknya koperasi. Hingga munculnya The Women’s Coorporative Guild yang dibentuk pada tahun 1883, memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan koperasi begitu juga Revolusi Industri di Perancis yang juga mendorong berdirinya koperasi. Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia di samping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai negara, para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk International Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam Kongres Koperasi Internasional yang pertama pada tahun 1896, di London. Dengan terbentuknya ICA, maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional. Aliansi Koperasi Internasional (ICA) memberikan suara dan forum global untuk pengetahuan, keahlian, dan tindakan terkoordinasi untuk dan tentang koperasi. Para anggota Aliansi adalah organisasi koperasi internasional dan nasional dari semua sektor ekonomi, termasuk pertanian, perbankan, konsumen, perikanan, kesehatan, perumahan, asuransi, dan pekerja. Kesimpulan lainnya yang dapat di hasilkan adalah perbandingan antara koperasi internasioanl Credit Agricole Group yang sudah terbentuk sejak abad ke 18 dan memiliki banyak perkembangan hingga menjadi salah satu perusahaan terbesar di Perancis sekarang dengan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera yang merupakan koperasi di Indonesia yang juga sudah memiliki banyak perkembangan di dalam negeri mulai dr struktur organisasi hingga produk dan jasa yang sudah banyak dihasilkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN KOPERASI INTERNASIONAL DARI USAHA TANI DENGAN KOPERASI DI INDONESIA DENGAN PRINSIP GOTONG ROYONG
I. Sejarah Koperasi Internasional
Gerakan Koperasi di dunia, di mulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di Inggris. Lembaga ini sering disebut dengan “KOPERASI PRAINDUSTRI”. Dari sejarah perkembangannya, dimulai dari munculnya revolusi industri di Inggris tahun 1770 yang menggantikan tenaga manusia dengan mesin-mesin industri yang berdampak pada semakin besarnya pengangguran hingga revolusi Perancis tahun 1789 yang awalnya ingin menumbangkan kekuasaan raja yang feodalistik, ternyata memunculkan hegemoni baru oleh kaum kapitalis.
Semboyan Liberte-Egalite-Fraternite (kebebasan-persamaan-kebersamaan) yang semasa revolusi didengung-dengungkan untuk mengobarkan semangat perjuang rakyat berubah tanpa sedikitpun memberi dampak perubahan pada kondisi ekonomi rakyat. Manfaat Liberte (kebebasan) hanya menjadi milik mereka yang memiliki kapital untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Semangat Egalite dan Fraternite (persamaan dan persaudaraan) hanya menjadi milik lapisan masyarakat dengan strata sosial tinggi (pemilik modal kapitalis).
The Women’s Coorporative Guild yang dibentuk pada tahun 1883, besar pengaruhnya terhadap perkembangan gerakan koperasi, disamping memperjuangkan hak-hak kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, warga negara, dan sebagai konsumen. Beberapa tahun kemudian, koperasi memulai kegiatan di bidang pendidikan dengan menyediakan tempat membaca surat kabar dan perpustakaan. Perpustakaan koperasi merupakan perpustakaan bebas pertama di Inggris, sekaligus digunakan untuk tempat berbagai kursus dan pemberantasan buta huruf. Kemudian Women Skill Guild Youth Organization membentuk sebuah pusat yaitu Cooperative Union. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative Collage di Manchaster yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama.
Revolusi industri di Prancis juga mendorong berdirinya koperasi. Untuk mampu menghadapi serangan industri Inggris, Prancis berusaha mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang berakibat pada peningkatan pengangguran. Kondisi inilah yang mendorong munculnya pelopor-pelopor koperasi di Prancis seperti Charles Fourier dan Louis Blanc.
• Charles Fourier (1772-1837) : Menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan fakanteres, suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal. Fakanteres dibangun di atas tanah seluas lebih kurang 3 mil yang akan digunakan sebagai tempat tinggal bersama, dan dikelilingi oleh tanah pertanian seluas lebih kurang 150 hektar. Di dalamnya terdapat juga usaha-usaha kerajinan dan usaha lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengurus perkampungan ini dipilih dari para anggotanya. Cita-cita Fourier tidak berhasil dilaksanakan karena pengaruh liberalisme yang sangat besar pada waktu itu.
• Lois Blanc (1811-1880) : Dalam bukunya Organization Labour menyusun gagasannya lebih konkrit, dengan mengatakan bahwa persaingan merupakan sumber keburukan ekonomi, kemiskinan, kemerosotan moral, kejahatan, krisis industri, dan pertentangan nasional. Untuk mengatasinya, perlu didirikan social work-shop (etelier socialux). Dalam perkumpulan ini, para produsen perorangan yang mempunyai usaha yang sama disatukan. Dengan demikian, perkumpulan ini mirip dengan koperasi produsen. Pada tahun 1884, kaum buruh di Perancis menuntut pemerintah untuk melaksanakan gagasan Lois Blanc untuk mendirikan koperasi, tetapi koperasi ini kemudian bangkrut.
Di samping negara-negara tersebut, koperasi juga berkembang di Jerman yang dipelopori Ferdinan Lasalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888), dan Herman Schulze (1803-1883) di Denmark dan sebagainya. Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia di samping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai negara, para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk International Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam Kongres Koperasi Internasional yang pertama pada tahun 1896, di London. Dengan terbentuknya ICA, maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.
II. Sejarah Organisasi Koperasi Internasional
Aliansi Koperasi Internasional ( ICA )
Aliansi Koperasi Internasional ( ICA ) adalah federasi koperasi non-pemerintah atau, lebih tepatnya, sebuah serikat kerja koperasi yang mewakili koperasi dan gerakan koperasi di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1895 untuk bersatu, mewakili dan melayani koperasi di seluruh dunia. Aliansi mempertahankan definisi kooperatif yang diakui secara internasional dalam Pernyataan Identitas Koperasi. ICA mewakili 284 federasi dan organisasi koperasi di 95 negara.
Aliansi memberikan suara dan forum global untuk pengetahuan, keahlian, dan tindakan terkoordinasi untuk dan tentang koperasi. Para anggota Aliansi adalah organisasi koperasi internasional dan nasional dari semua sektor ekonomi, termasuk pertanian, perbankan, konsumen, perikanan, kesehatan, perumahan, asuransi, dan pekerja. Aliansi memiliki anggota dari 100 negara, mewakili hampir satu miliar orang di seluruh dunia. Sekitar seratus juta orang bekerja untuk koperasi secara global. Koperasi adalah bisnis berbasis nilai yang dimiliki oleh anggotanya. Apakah mereka pelanggan, karyawan, atau penduduk, para anggota memiliki kesamaan dalam bisnis dan bagian dari keuntungan.
Pada tahun 2006, ICA menerbitkan indeks besar pertama dari koperasi dan perusahaan mutual terbesar di dunia, ICA Global 300 , yang menunjukkan skala gerakan koperasi secara global. Pada Sabtu pertama Juli setiap tahun, ICA mengoordinasi perayaan Hari Koperasi Internasional. Pada bulan Desember 2009, PBB menyatakan 2012 sebagai Tahun Koperasi Internasional.
III. Perbandingan Koperasi Internasional : Credit Agricole Group dengan Koperasi : Konsumen Cipta Asa Sejahtera
3.1 Sejarah Koperasi
• Credit Agricole Group
Credit Agricole adalah sebuah perusahaan asal Prancis yang bergerak di sektor finansial. Industri yang menjadi fokus utama Credit Agricole adalah industri perbankan. Pada tahun 2014, Credit Agricole mendapatkan penjualan sebesar AS$65,3 miliar dengan profit AS$3,3 miliar. Pada tahun yang sama, Credit Agricole menempati peringkat ke-89 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) AS$41 miliar dan total aset sebesar AS$2117,7 miliar.
Dengan sekitar 21 miliar nasabah, Credit Agricole Group "la banque verte" atau The Green Bank merupakan lembaga koperasi dan perbankan terbesar di Prancis. Ia juga dikenal sebagai organisasi yang memayungi jaringan global perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Sementara jika dilihat dari permodalan, perusahaan ini adalah yang terbesar kelima di dunia.
Credit Agricole kerap disebut bank hijau karena memiliki akar dalam bidang pertanian. Dibentuk dari sejumlah grup mulai dari Caisse Nationale de Credit Agricole dan 90 bank regional yang bersama-sama memiliki 90 persen saham Caisse Nationale. Itu yang menjadi organisasi koperasi unik di Prancis.
Pada pertengahan 1800-an, kebutuhan akan kredit pertanian di Prancis menjadi jelas. Titik baliknya terjadi pada 1856 ketika terjadi gagal panen di Prancis yang menyebabkan daerah perdesaan dalam kesulitan besar. Salah satu penyebab utama ialah rendahnya produksi karena kurangnya kredit atau dana yang memadai bagi petani. Pasalnya petani kerap kali tidak bisa memenuhi persyaratan kredit bank umum, sehingga uang pun tak mungkin didaptkan.
Pada 1861, kerajaan Prancis berusaha memperbaiki masalah ini dengan meminta Credit Foncier untuk secara tegas mendirikan departemen pertanian, Societe de Credit Agricole. Sayangnya organisasi yang baru dibentuk itu tidak banyak mencapai hasil. Hal ini diperparah dengan pecahnya perang Prancis-Prusia. Dengan begitu pada 1876 perkumpulan itu dibubarkan. Gagalnya organisasi itu bukan akhir dari perjalanan korporasi keuangan di tanah Franka. Belakangan setelah itu, beberapa koperasi keuangan muncul secara mandiri di antara para petani. Ia beroperasi di kota-kota pedesaan dengan sistem kredit bersama.
• Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera
Sementara, Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera merupakan koperasi yang yang baru dibentuk dan di sahkan secara hukum pada tahun 2020 oleh pemerintah. Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera (CAS) merupakan sebuah perwujudnyataan dari sebuah impian untuk dapat menyejahterakan banyak orang. Berawal dari sebuah gagasan dari Bapak Yefferson Raynold Hermanus selaku Ketua Koperasi, bahwa gotong royong merupakan sebuah nilai yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Beliau menyadari bahwa dengan gotong royong dapat menghasilkan sesuatu yang besar dan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
Koperasi dinilai dapat menjadi sebuah kendaraan untuk dapat mengantarkan nilai gotong royong kepada kesejahteraan. Menggandeng 22 rekan yang memiliki visi dan misi yang sejalan, Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera ini dibentuk dengan tujuan kesejahteraan bersama. Berbagai rekan dengan latar belakang yang berbeda-beda memberikan warna bagi Koperasi untuk dapat tumbuh dan berkembang menjangkau banyak orang.
Cipta Asa Sejahtera sendiri dijadikan sebagai nama dan sekaligus sebagai nilai yang mendukung gotong royong. Dimana cipta merupakan perlambangan dari gerakan yang akan dilakukan oleh Koperasi dengan berbagai program dan kreasi yang inovatif. Asa sebagai sebuah pegangan dimana harapan akan selalu ada jika dijunjung secara besama-sama. Dan sejahtera adalah buah yang diharapkan untuk setiap Anggota Koperasi. Sehingga Cipta Asa Sejahtera merupakan sebuah gerakan untuk memberikan harapan dan kesejahteraan melalui gotong royong.
3.2 Struktur Organisasi
• Credit Agricole Group
Credit Agricole memiliki struktur korporasi yang unik. Ia memiliki bentuk perusahaan yang satu namun cara kerjanya terdesentralisasi, sehingga bank dengan berbagai tingkatannya dapat beroperasi secara mandiri dalam batas hukum dan komersial yang telah ditetapkan grup.
Operasionalnya terdiri atas jaringan bank lokal, regional dan pusat. Segmen layanannya sendiri cukup banyak, antara lain perbankan ritel internasional, perbankan pribadi, asuransi jiwa, pembayaran untuk pelanggan perorangan, petani, usaha, kecil dan pemerintah lokal.
• Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera
Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera memiliki struktur organisasi yang terdiri dari pengurus serta pengawas organisasi yang nyata seperti standar struktur organisasi koperasi di Indonesia pada umumnya . Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera memiliki p engurus dan pengawas yang terdiri dari :
a. Ketua Koperasi : Yefferson Raynold Hermanus
b. Sekretaris : Roberto Prasantja
c. Bendahara : Bernard Soejono
d. Coordinator Pengawas : Sandra Irawan
e. Pengawas 1 : Jemmy Paul
f. Pengawas 2 : Dr. Hengki
3.3 Produk dan Jasa yang ditawarkan
• Credit Agricole Group
Salah satu alasan Crédit Agricole begitu sukses adalah karena ketergantungannya pada petani individu. Pada pertengahan 1800-an sebagian besar hasil pertanian Prancis berasal dari pertanian kecil daripada perkebunan besar, dan pemerintah Prancis ingin melestarikan pertanian keluarga kecil karena beberapa alasan sosial dan ekonomi. Misalnya, secara luas diyakini bahwa petani kecil mengolah tanah paling intensif dan memanfaatkannya dengan lebih baik. Juga dianggap lebih baik memiliki banyak pertanian keluarga kecil daripada menciptakan "proletariat" untuk bekerja di pertanian besar.
Pada tahun 1920, sebuah undang-undang disahkan untuk mengatur Office National du Crédit Agricole, sebuah masyarakat nasional yang dijalankan oleh pegawai negeri dan perwakilan terpilih dari bank-bank daerah tetapi dikendalikan oleh pemerintah. Sistemnya, menteri pertanian akan menunjuk direkturnya. Karena Crédit Agricole tumbuh dalam sumber daya dan penuh kapasitas, ia mulai membantu tidak hanya petani perorangan tetapi juga gerakan perdagangan koperasi yang berkembang di antara kelompok-kelompok pertanian.
Antara tahun 1938 dan 1946, dana modal masyarakat regional meningkat dari 1,6 miliar franc menjadi 28 miliar franc. Crédit Agricole memperpanjang operasi pinjaman jangka menengah dan panjangnya dan pemerintah memberikan pinjaman khusus untuk peralatan pertanian, menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah petani yang mengendarai traktor. Tahun 1966, negara bagian memutuskan untuk mengizinkan Crédit Agricole memperluas operasinya menjadi lebih fleksibel daripada bank khusus untuk petani. Di bawah reformasi baru, Crédit Agricole diizinkan memberikan pinjaman kepada individu dan organisasi yang tidak secara khusus terkait dengan pertanian.
Operasionalnya terdiri atas jaringan bank lokal, regional dan pusat. Segmen layanannya sendiri cukup banyak, antara lain perbankan ritel internasional, perbankan pribadi, asuransi jiwa, pembayaran untuk pelanggan perorangan, petani, usaha, kecil dan pemerintah lokal.
• Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera
Dilihat dari kesuksesan Perusahaan Koperasi Credit Agricole Group yang berawal dari usaha tani, Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera juga berawal dari gagasan sederhana yaitu “Gotong Royong”. Semangat para masyarakat dalam membangun serta mengembangkan koperasi kerakyatan ini mampu membawa Koperasi Cipta Asa Sejahtera mengembangkan unit-unit usaha nya. Walaupun belum sebanyak perkembangan yang terjadi seperti Koperasi Credit Agricole Group yang sudah bertaraf internasional, namun Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera sudah banyak memiliki peningkatan dalam mengembangkan usaha nya.
Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera bekerja sama dengan Ie Kim Tie dan Media Grafika Indonesia untuk menghadirkan produk kesehatan unggulan yang berkualitas dengan tampilan yang menarik dan modern, di samping itu Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera juga menumbuhkan animo market online yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh Anggota Koperasi. Bersama dengan Ie Kim Tie, Media Grafika Indonesia dan Toro Developer Universal Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera menghadirkan platform digital berupa katalog online bagi para Anggota yang memiliki usaha untuk dapat memasarkan produk dengan berbagai keuntungan.
Tidak hanya itu saja, Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera juga mampu menawarkan keuntungan untuk mengembangkan usaha para anggota dengan unit-unit usaha yang sudah dibentuk dalam Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera. Mulai dari Simpan Pinjam, yang dapat diperoleh serta diproses dengan sangat mudah untuk para anggota nya karena memegang teguh prinsip awal dibentuknya Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera yaitu gotong royong.
Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera juga menawarkan usaha-usaha lainnya yang pasti menguntungkan untuk para anggota nya, seperti network marketing untuk pengembangan network bisnis untuk para anggota nya dalam menciptakan professional saat berbisnis dan mendapatkan keuntungan. Ada juga unit usaha dalam bidang perternakan dan pertanian yang sudah dikembangkan dengan system yang modern dan terdigitalisasi sehingga dapat menghasilkan hasil unggulan. Koperasi Konsumen Cipta Aa Sejahtera juga menawarkan usaha property yang menghasilkan hunian yang nyaman, aman dan terjangkau bagi setiap anggota nya.
Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera juga berhasil mengembangkan kegiatan usaha nya dalam bidang retail store yang menghadirkan produk terbaik untuk setiap kebutuhan koperasi. Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera juga menawarkan investasi untuk tiap anggota dalam bentuk pelayanan untuk manajemen keuangan masa depan tiap anggota menjadi lebih baik. Serta menawarkan dan menciptakan lapangan kerja modern dan menyediakan layanan transportasi dengan berbagai keuntungan bagi pengemudi dan setiap anggota koperasi.
3.4 Visi dan Misi
• Credit Agricole Group
Credit Agricole Group memiliki visi dan misi untuk dapat bekerja setiap hari untuk kepentingan pelanggan dan masyarakat nya. Tujuan akhir Crédit Agricole adalah menjadi mitra tepercaya bagi semua pelanggannya, dengan cara :
1. Menawarkan dukungan berkelanjutan kepada semua pelanggannya setiap hari dan untuk proyek mereka dalam kehidupan, khususnya dengan membantu mereka menjaga dari ketidakpastian dan membuat rencana untuk jangka panjang.
2. CA berkomitmen untuk mencari dan melindungi kepentingan pelanggannya dalam segala hal yang dilakukannya. Ini menasihati mereka dengan transparansi, loyalitas dan pedagogi.
3. Menempatkan tanggung jawab manusia di jantung modelnya: berkomitmen untuk membantu semua pelanggannya mendapatkan manfaat dari praktik teknologi terbaik, sambil menjamin
4. Mereka akan mengakses ke tim lokal yang kompeten dan tersedia yang dapat memastikan semua aspek Hubungan pelanggan.
5. Bangga dengan identitas kooperatif dan mutualisnya serta memanfaatkan tata kelola yang mewakili pelanggannya.
6. Mendukung ekonomi, kewirausahaan dan inovasi di Perancis dan luar negeri: secara alami berkomitmen untuk mendukung wilayahnya.
7. Melakukan tindakan yang disengaja di bidang sosial dan lingkungan dengan mendukung kemajuan dan transformasi.
8. Melayani semua orang: dari rumah tangga paling sederhana hingga terkaya, dari profesional lokal hingga perusahaan internasional besar.
• Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera
Sedangkan Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera memiliki visa dan misi yang lebih merakyat sesuai dengan gagasan yang selalu menjadi prinsip Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera dalam menjalankan usaha nya yaitu Gotong Royong. Dengan demikian maka lahirlah sebuah Visi yang diemban oleh Koperasi Konsumen Cipta Asa sejahtera yaitu menjadi Koperasi yang paling inovatif dengan Misi menciptakan keadilan sosial bagi seluruh Anggota Koperasi.
Daftar Pustaka :
Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera (2020) Koperasi Konsumen Cipta Asa Sejahtera [online]. Available from : https://k-cas.id/home [Diakses tanggal 20 January 2022]
Credit Agricole Group (2020) Credit Agricole Group [online]. Available from : https://www.credit-agricole.com/en [Diakses tanggal 20 January 20220]
Muhammad Syahrianto (2020) Kisah Perusahaan Raksasa: Mulanya Koperasi Tani, Credit Agricole Tumbuh Jadi Bank Papan Atas Dunia [online]. https://wartaekonomi.co.id/read313428/kisah-perusahaan-raksasa-mulanya-koperasi-tani-credit-agricole-tumbuh-jadi-bank-papan-atas-dunia?page=3 [Diakses tanggal 20 January 2022]
Adji Gutomo (2019) SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI DUNIA DAN DI INDONESIA [online]. Available from : https://pipnews.co.id/lipsus/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia-dan-di-indonesia/ [Diakses tanggal 20 January 2022]
Comments
Post a Comment